Cerita dari Aya..,

 

aya

Untuk sekolah interior design awalnya Itali dan Prancis sebagai tujuan untuk sekolah. Jangan tanya usaha aku untuk tau lebih banyak tentang dua negara ini. Tapi pas cerita2 sama keluarga, om aku (interior designer) bilang, waktu dia bekerja dan design sebuah kapal di Hamburg, menurut dia Jerman menarik banget. Dan untuk bidang architektur (di Jerman interior design dikenal sbg Innenarchitektur) memang arsitek2 lulusan Jerman yang paling dicari diseluruh dunia. Setelah baca2 ini itu tentang negara ini.. „well.. okay, Gemany? Why not..“

Satu satu nya kalimat yg aku tau dalam bahasa Jerman waktu itu  „Ich liebe dich“, sonst nichts.

Waktu selesai SMA aku lanjutin course intensive aku di Stufen. Nah partama kali ke stufen „No way! gak meyakinkan gila tempatnya“ It was so small, so Impossible. Tapi ternyata kekeluargaan bgt.  Dan sampai selesai Grunddtufe dan brangkat ke Jerman aku pake jasa Stufen. Puas? Hmm .. cukup memuaskan. Guru2nya OKE! Programmnya juga.. (tp pasti semua masih ada kurangnya).  Fyi I love my sister(like to death), If I don’t think that Stufen really good and the most reponsible company for thesewhole things, my sister won’t be there, learns german at Stufen.

1st time in Germany .. Kaget sih orang2 disini dingin, galak, direkt, kaku. Trus gak se enak di Jakarta. Gak  se asik yang dibayangin. Bahkan sempet mikir „Hah gini doang nih Ibukotanya Jerman?? Glamour an &Elite an hidup gw di Jakarta deh, jauuh!“

Abis daftar dimana2, trus baru ikut test di 3 kota, udahditerima di Berlin dan di Hannover.. Setelah dipikir2.. Hannover? orang2 disana bahasanya Hochdeutsch jd cocok bgt buat aku yg kemampuan bahasa Jermannya msh dangkal bgt. Kota yg jauh lebih kecil dan membosankan dari Berlin jadi kota pilihan aku untuk studienkolleg.

Kehidupan berubah? Banget!Gak ada mbak yang cuciin baju, masakin, cuci piring, belanjain, beresin kamar, sampai cuma naro sepatu ke rak. Dan gak ada supir yang anter jemput kesana kesini. Trus ga ada mama yang ingetin Plan2 aku. Gak ada bapak yang kalo aku bankrupt tinggal minta lagi.  (dramatic)

Misalkan ada masalah dengan Wohnung, Visum, Versicherung, dll itu harusdiselesaikan sendiri dengan bahasa Jerman yg masih terbatas. Dan itu biasa... Jadi disini bener2 aku dipaksa hidup mandiri.  Semua harus diatur, di plan sendiri. Kaku memang ,jarang ada spontanitas. Tapi ya gitu.. Intinya aku jauuuuuuuuuuuuhhh lebih mandiri disini. Dan karena di hadapin sama masalah2, lama2 kita jadi kuat untuk beragumen. Dan karena dari masing2 orang berani berargumen, praktisch pikiran kita semakin terbuka ttg beda pandangan (the case that slowly makes you open your mind).

Und ..... Karena bawa hobby dari Jakarta jadi tahun pertama perbulan bisa smp 1000,- . Tapi jangan diikutin! Karena kita gak tau kapan kita bener2 butuh uang itu. Sokeep saving! Hmm.. sekarang mungkin perbulan kira2 aku habis sekitar €550-€700/monat.  Wohnung warm+Internet€260, Privatversicherung  €31, Essen €150, Einkauf €150, for unexpected one €100 (ini waktu masih di Hannover, fyi Harga Wohnung di Seluruh Jerman bervariasi bgt. Banyak kok yg jauh lebih murah di Hannover. Oia untuk Privatversicherung itu cm berlaku smp kita lulus SK (als Schüler), krn sebagai Student harus punya Staatversicherung dan promonatnya lebih mahal.)

Hannover

Kotanya cenderung murah untuk Wohnung ataupun biaya lainnya. Kota dengan salah satu sarana transportasi terbaik di Jerman. Kota yang ramah.

Dan di kota ini aku punya banyak temen dr Indonesia, kita suka Grillen brg. Dan kumpul2 klo ada acara dr PPI (Persatuan Pelajar Indonesia).

Tempat perbelanjaan Arcade, Passage, dan Mall, disekitar Ernst August dan Kröpcke (yaa tp gak sebesar mall2 di  Jakarta).  Salon2 disepanjang Podbielskistr. Cafe2 di Altstadt, Listerplatz  dan sekitar Hauptbahhof, Taman2 dan hutan2 yang banyaaaakkk, danau Maschsee tempat kita bisa sailing (summer) dan iceskating (winter), Heidepark dengan salah satu rollercoaster ter’extreme’ di dunia,Rathaus  yang menggambarkan Hannover dari masa ke masa, Club2 cupu yg kalo lagi bosen lumayan menghibur, dan Asialaden terbesar yang pernah aku liat di Jerman.

Tapi karena dulu aku tinggal di Jakarta yang gak pernah tidur. Jadi jujur aja Hannover membosankan! Aber sonst .. Kota yang nyaman dan menyenangkan.

Lagipula seperti yang kita tau Jerman kan Pusatnya Eropa, jadi mau kemana2 deket.. di dalam ataupun di luar Jerman. „If you love to travel, you’re in the right place“.

 
Studiekolleg

Aku ambil studienkolleg FH karena di bidang design kita butuh banyak praktek. Dan di Uni lebih cocok untuk Studiengang Künst (Art). Aku belajar di kelas Wirtschaft krn di Hannover mereka gak ada kelas Gestalttung. Tp karena itu aku harus ikut Technisches Zeichnen dari kelas Technik. Jadi Zuegniss aku beda sendiri.

Untuk SK cuma bayar semester tiket yg kalo ga salah inget ga sampe 200,-  dan itu berlaku di seluruh Niedersachsen, Bremen & Hamburg.

Wie gesagt, ini jadwal SK aku, agak lain dengan yg lain. Karena di Semester pertama aku bukannya ambil GGP tp TZ. Semester pertama mata pelajaranya : 3 Deutsch yg berbeda,  Mathe, TZ, Englisch, VWL, Finanz Mathe,  dan Agama Islam....  hehe nggak deh, yang terakhir bcanda. Semester dua : sama aja.. cuma  VWL diganti BWL dan TZ diganti GGP

Gedung Studienkollegnya Tua.. tp kelas2nya bagus. Tapi gak ada kantinnya.. jadi kita harus ke FH untuk makan siang. Atau bawa bekal sendiri. (pathetic)

Guru2nya.. oke. (Ausnahme: kalo yg professor gitu... hmm.. ya mereka ngajarnya ala Uni.) Mereka masih kaya di guru2 SMA. Kita harus Punktlich(sowieso), jangan terlalu banyak absen, liatin kalo kamu aktif di kelas, yaaahh gitu lah ngerti kan..  pokoknya jangan malu untuk nanya!

Awal2 susahnya karena susah ngertiin apa yang professornya omongin. Apalagi untuk ngertiin pelajarannya. Tapi yaaaah 2 bulan juga udah biasa. Tegang2nya kalo pas musim Klausur.

Temen deket aku cuma 4 orang satu dari mereka orang Indonesia juga, yg lainnya dari Brazil dari Bulgaria, dan Albania.  Dan yang  penting lagi Gruppenarbeit!! Jadi kita bisa instrospeksi kekurangan satu sama lain di setiap mata pelajaran.  Jadi pas belajar bisa ngajarin satu sama lain.

Mainz

Karena untuk innenarchitektur adanya wintersemester, sedangkan aku masuk waktu sommersemster, jadi aku harus tunggu satu semester. Tapi untuk cari pengalaman dan g mau nganggur satu smester, aku bewerben Architektur di Mainz, dan diterima.  Pindah deh ke Mainz.

Mainz kota yang jauh lebih kecil lagi dari Hannover. „ooookay, Can I survive here?“

Mainz kota sangat bersejarah, Tempat penemuan Sejarah Roma terbesar di seluruh Jerman. Gak heran Altstadnya besar, blum lg berada disamping sungai Rhein. Tapi Verbindungnya ga sebagus di Hannover. Tapi enaknya, di Mainz gak terlalu banyak Turken (bukan mau racist, tapi memang lebih tentram & nyaman, Seperti kalo lagi di Bus ga ada yang denger lagu pake di loudspeak segala, klo di Club ga ada yang nempel2, klo di jalan g ada yang iseng2..)

Tapi untuk Wohnung dan biaya lainnya Mainz lebih mahal dibanding Hannover (like alot), karena Mainz berada cuma 25-30km dari Frankfurt (kota termahal ke8 di dunia, untuk saaat ini).  Dan dari Mainz cuma 20 menit untuk ke Bandara international Frankfurt am Main. Jadi rata2 pendapatan disana dijadiin standard juga, Karena banyak Pendler(tinggal dan kerja dibeda kota).

Org bilang Mainz itudi negara bagian Rhein-Hessen. Karena Mainz memang di dalam Bundesland Rheinland-pfalz tp orang2 disini Hessisch. Dan Mainz-Kastel (bagian dr Mainz yg ada di seberang Sungai Rhein) masuk Bundesland Hessen.

Aku tinggal di Einzelappartment, bukan di Innenstadtnya tp dekat Altstadtnya. Hmm... Appartment+ Internet €335/monat. Untuk Staatversicherung €65,53/monat. Klo untuk Belanja2 sekarang perbulan €200 cukup, karena Architekturbedarf(alat2 arsitektur) untuk kita para Architecture students memang mahal gilaaaa.

Di Mainz cuma 2 org Indonesia yang aku kenal. Jadi temen deket aku di Mainz semua orang Jerman. Tante aku tinggal di Seligenstadt, 50 km Richtung Osten dari Mainz. Deket. Jadi enak deket keluarga.

Collage

SO INSANE !! dgn fasilitas oke bgt, Professor2 handal, koneksi International, SUPER Erfahrungen, Collage yg diakui diseluruh dunia (sowieso di Jerman), aku cuma harus bayar semester ticket untuk transpotasi seluruh Hessen dan Mainz, intercity &innenstadt!! (dan itu pun samasekali gak mahal) dan untuk uang kuliah? Loket pembayarannya aja gak ada. That means you have to pay nothing!! And just have to give away your money for Uni/FH Party!!!! :D

Pelajarannya susah sih .. tp kalo kita suka, yaahh worthed laah semua!Tapi karena Architektur banyak tugas, jadi aku dan temen sekelasharus sering kumpul buat diskusi dan nyelesain bareng2. Seru siih .. sampe sore di Kampus cm buat selesaiin satu soal dari Professor yg pinglich gila& perfektionist bgt. Atau abis kelas,  cuma duduk2 disamping Rhein talk about bullshit ..

Hmm.. weekend. party lah sama temen2.  Jalan2 keliling kota  ato keluar kota bareng. Berjemur. Kalo nggak ya kumpul2 aja di salah satu rumah temen deh, nonton, masak brg, main ps, main poker, nyanyi2 sambil minum2.  Aaahh banyak lah pokoknya! „Work hard play hard“ itu motto kelas kita !!  A lame motto huh? But it’s true.

Dan lagi Semester tiket Mainz berlaku di seluruh Hessen dan beberapa bagian Rheinland-Pfalz daaaaaan... Mainz deket samaFrankfurt dan Wiesbaden .. u know what I mean for Frankfurt and Wiesbaden..! don’t you.. heeeheeehee..

Trus ... emang sih sekarang  aku baru semester pertama.Jadi pendapat aku masih bisa berubah kapanaja ttg Jerman.  Tapi so far, Jerman keras? True. Beautiful? Also true! yaaah kalo emang ada keinginan, pasti survive untuk belajar dan hidup disini. Emang org2 bilang hidup di Jerman keras, tapi cepat ato lambat kita masukin kok diese Stufe des Lebens, even in Indonesia. Dan menurut aku bahkan itu lebih baik untuk berpikir terbuka lebih awal dari anak2 seumuran kamu yang masih ada di comfort zone mereka, where I also used to be in.

Dan pastinya untuk ngebangun negara kita sendiri, kita harus lihat negara kita ini ga cuma dari dalam tapi juga dari luar... (ini kata2nya Onkle Chonky)

Talitha Mutiara

Mainz, 01.05.09